Minggu, 14 Desember 2014

Ini Pengalamanku Selama Kuliah Lapangan di Karangsambung. Mana pengalamanmu?

oleh Faizal Alifiansyah R.
Day 1 , Tanggal 24 November 2014
           

            Pada senin tanggal 24 November 2014 kami berangkat dari Stasiun Gubeng. Alhamdulillah proses pemberangkatan kereta tidak molor dari jadwal, pukul 09.40 kereta berangkat. Selama perjalanan bermacam macam aktifitas yang kami lakukan ada yang tidur , bersenda gurau,main hand phone,membaca buku, dan main kartu remi demi mengisi kekosonngan agar tidak bosan dalam perjalanan jauh. Pada proses perjalanan kami dikejutkan dengan tragedi tertinggalnya teman kami di stasiun Lempuyangan. Kronologinya sebagai berikut teman kami yang bernama Hasibatul Farida biasa dipanggil Farida waktu itu ingin melakukan sholat Ashar di Stasiun Lempuyangan karena berasumsi kereta akan berhenti lama di stastiun tersebut, namun niatnya untuk sholat Ashar di mushola stasiun tidak berjalan lancar , ketika dia masih keluar dari kamar mandi ternyata kereta sudah berangkat. Untungnya ada petugas yang menolong sehingga dia di ikutkan kereta yang ada di jadwal setelah itu.
            Kami tiba di stasiun kebumen sekitar pukul 16.40 lalu dilanjutkan perjalanan ke kampus Lipi Karangsambung . kami tiba di kampus Lipi Karangsambung sekitar pukul 17.30. Setibanya disana  kami istirahat sebentar sambil menata barang barang ke kamar lalu sholat dan makan malam. Setelah makan kami diberikan materi oleh Bpk Chusni Ansori yang berjudul “Orientasi dan Observasi lapangan dan Batuan Beku.

Day 2, 25 November 2014
Pada hari ke 2 ini kami diajarkan dan mempraktekkan cara mengukur koordinat tempat kita berada dengan metode azimut dan pengamatan singkapan batuan beku.          

Gambar 1 – Membidik Titik Referensi Menggunakan Kompas Geologi

Di lapangan pertama kami bertemu dengan singkapan batuan beku yang berstruktur Columnar Joint terletak pada koordinat UTM 0353266 , 49M 9166223. Penggunaan lahan di sekitar singkapan ini adalah pohon campur , berada di timur jalan raya terletak sekitar 600 Meter dari kampus Lipi . singkapan ini memiliki ukuran kurang lebih 10 X 8 Meter dengan asumsi tinggi teman kami yang berukuran 1,7 Meter. Struktur ini tidak lagi utuh karena banyak mengalami pelapukan mekanis yaitu akar pohon yang menempel di batuan, pelapukan secara kimiawi yaitu adanya rembesan air yang mengalir di lapisan batuan dan pengambilan sampel batuan oleh manusia secara sengaja baik digunakan untuk penelitian , pendidikan, pengembangan ataupun keperluan lainnya. Geomorfologinya adalah lereng gunung. Jenis batuan adalah batuan beku intrusif ,nama batuan diabas,teksturnya kasar, ukuran Kristal sedang, derajat kristalisasi Hipokristalin, keseragaman Kristal porfiro fanerik, komposisi mineralnya adalah piroksen, plagioklas, kuarsa, ofotik, klorit. Petrogenesa pembentukan singkapan ini adalah disebabkan sill yang pendinginannya cepat dan terkena air digolongkan kedalam batuan beku intrusif (columnarjoint). Akibat pengendapan lava, arus konveksi, dan proses tektonik. Adanya kontraksi akibat panas dibuktikan dengan merekah ketas tegak lurus terhadap bidang pendinginan(karena mendingin lalu berkembang).


Gambar 2 Singkapan Columnar Joint Gunung Parang
Lapangan 2
Pada lapangan ke 2 adalah kali mandala,merupakan kali kecil yang bermuara di sungai lok ulo . singkapan ini terletak di selatan jalan raya . strike dan dipnya adalah N1140E/51 . mempunyai kemiringan lereng 50 diukur oleh 2 orang dengan ketinggian yang sama menggunakan kompas geologi elevasi 63m . Daerah singkapan ini terdapat kebun campur,terdapat vein (urat), slickenslide (cermin patahan). Jenis batuan adalah beku ekstrusif warna batuan hitam kemerahan struktur pillow lava, ukuran Kristal afanitik, derajat kristalisasi hipokristalin, keseragaman kristalnya adalah Inequigranular. Komposisi mineralnya adalah piroksen,Ampibol,Biotit, Olivin,Plagioklas. Nama batuan adalag basalt . Batuan beku ekstrusif terbentuk dari pembekuan lava yang cepat sehingga mineral mineralnya tidak terlihat secara kasat mata. Saat proses pembekuan batuan ini bertemu air yang dingin dan bagian luar terbreksikan, setelah retak lalu bagian tersebut diisi oleh sedimen. Ada endapan dari laut dalam masuk ke retakan (rijang).

Gambar Singkapan di kali Mandala

Day 3, 26 November 2014

LP 1, Sungai Brengkok
Di hari ke 3 kami mengamati singkapan batuan sekis mika berada di kecamatan sadangkulon di aliran sungai bengkok bersebalahan dengan kantor KUA kecamatan sadangkulon koordinat dari tenmpat ini adalah 49 M 9168944 / 0359302 . Di singkapan ini berjenis batuan metamorf kontak berwarna abu-abu muda struktur foliasi teksturnya homoblastik. Komposisi mineralnya kuarsa, mika, biotit nama batuannya adalah sekis mika. Petrogenesanya adalah batuan merupakan hasil pelapukan dari lempeng bgenua yang juenisnya adalah batuan pasir kuarsa. Awalnya lempeng samudra bergerak sejauh 7-10cm dan terdorong masuk ke dalam palung semakin dalam kea rah selatan. Bergerak kearah selatan karena pergerakan lempeng Eurasia ke selatan dan lempeng lempeng kecil lainnya ikut ke selatan karena jika diibaratkan dengan truk berhenti dan motor yang menabrak maka motor itu sendiri yang akan terpental.

LP 2 , Sungai Muncar
Terletak di kalimungsang seboro kecamatan sadangkulon. Lokasi ini termasuk ke dalam wilayah kebun campur . Strike dip lapisan ini N 221OE/82O dengan kemiringan lereng 80o tinggi sekitar 10 meter dengan acuan tinggi seseorang 1,7M.
Jenis Batuan : Batuan Beku Ekstrusif                           Derajat kristalisasi : Hipokristalin
Warna : Abu – abu gelap                                             Keseragaman kritalisasi : Inequigranular
                                                                                                Porfiroafanitik

Struktur : Pillow lava (terkekarkan)                             Tekstur : Afanitik
Komposisi mineral : Plagioklas, Piroksen, Amfibol, Batuan Intrusi (serpentin dan Rijang)
Petrogenesa : Merupakan batuan hasil dari pendinginan magma lalu magma tersebut kontaak langsung dengan air . Awalnya magma yang panas menerobos ke atas keluar maka bertemu dengan air yang dingin dengan suhu 20oC menjadi dingin dan berbentuk bulat-bulat sehinga diendapkan di tengah laut. Singkapan tersebut dulunya merupakan mid-ocean ridge (lantai samudra) dimana ketika tumbukan terjadi antara lempeng samudera dengan lempeng benua akhirnya lempeng samudra masuk dan terjadi obduksi sehingga sesar naik tadi terangkat (tercungkil). Umur batuannya tercampur karena dari batuanbenua ke samudra secara terus menerus dan tidak ada lagi superposisi. Batuan yang ada awalnya batuan beku ultrabasa dan termetamorfkan kemudian menjadi serpentinit.

Struktur Pillow Lava

LP 3
Pada lapangan kelima ini dihari ke 3 kami mengamati Singkapan yang  terletak di tepi jalan pada desa larangan berkoordinat 07o31’17”S/109o41’33,3”E, dengan singkapan berwarna abu-abu gelap dan juga berwarna kehijauan. Apabila disentuh, maka singkapan rapuh (mudah hancur). Ditemukan adanya kekar banyak kekar pada singkapan. Jenis batuannya adalah batuan metamorf berwarna hitam kehijauan struktrurnya non foliasi tekstur dari singkapan ini adalah terbreksikan (Heteroblastik). Komposisi mineralnya adalah Olivin , Piroksen, Hornblende, Magnetit, serpentinit. Petrogenesa dari singkapan ini sebagai berikut, batuan metamorf yang merupakan batuan dasar dari batu rijang atau gamping merah yang mengalami matamorfisme regional dimana terjadi karena adanya gaya tekan dan seiring dengan berjalannya waktu maka mineral akan berubah karena adanya pembebanan. Serpentinit berada diatas permukaan karena adanya arus konveksi.

Day 4, 27 November 2014
LP 1
Lokasi berada di daerah jatibungkus , kalisusu. Berkoordinat 07o34’04,9”S/109o41’00,2”E . Berdimensi sebesar 118 cm diasumsikan dengan tinggi orang 150cm. Geomorfologi berupa sungai kering. Penggunaan lahan yaitu kebun campur dengan mayoritas jenis batuan yang sejenis. Pelapukan yang terjadi di daerah ini adalah mekanik dan kimia . Lokasi ini tidak ditemukan strike dan dip karena struktur massif . jenis batuannya adalah sedimen klastik, berwarna abu-abu muda, struktur tidak terlihat , tekstur ; Ukuran Butirnya  < 1/256 mm , Derajat pembundaran : Rounded , Derajat Pemilahan butir : Very Good Sorted ,Kemas : tertutup . Komposisi batuannya adalah sebagai berikut :
- Fragmen : Fosil Algae
- Matriks : Gamping
- Semen : Karbonat
- Nama Batuan : Batuan gamping berfosil (alga)
- Struktur Primer : Laminasi Berlapis
- Jenis Batuan : Batuan Sedimen Klastik
- Warna : Abu- Abu coklat

Petrogenesa dari singkapan ini adalah proses subduksi. Pada awalnya batuan gamping ini merupakan hasil endapan di laut dangkal. Maka dari itu, alga yang ditemukan mempengaruhi komposisi dan membuat batuan tersebut mengalami pelapukan secara kimiawi. Termasuk ke dalam sedimentasi organis dimana tumbuhannya membantu pengompakan batuan.

LP 2
Lokasi ini terletak di depan kampus LIPI di pinggir jalan raya KM 19 jaraknya sekitar 40 meter dari pintu gerbang kampus LIPI. Terletak di koordinat 07o32”45,8’S/109o40”,20,6’E. Terendapkan secara massif sehingga tidak ditemukan strike dip. Dimensinya 1,8 x 2,5 M berdasarkan tinggi seseorang 150cm dan langkkah kaki yang satu langkah kakiya di asumsikan 40 cm. Ada pelapukan secara mekanis ditandai dengan akar tumbuhan yang menyebabkan rekahan dan juga adanya lumut yang menutupi sebagian dari permukaan. Jenis batuannya adalah sedimen klastik. Berwarna coklat kekuningan struktur primer massif brupa boulder (bongkahan-bongkahan), ukuran butir halus , derajat kebundaran rounded, pemilahan very well,dan kemas tertutup. Komposisinya terdiri dari fragmen fosil,matriks gamping, semen karbonat. Nama batuan adalah gamping numulites. Singkapan ini terbentuk merupakan efek dari mikrokontinen lalu terjadi pelongsoran. Batuan lempung terendapkan di laut dangkal kemudian terjadi sedimentasi dan pada saat terjadi sedimentasi tersisipihewan numulites hingga membentuk batuan gamping berfosil. Tertransportasikan kesini akibat subduksi lalu naik keatas dan terjadi pelongsoran.

Gambar singkapan di utara kampus LIPI

LP 3 : Belakang TK Depan Kampus LIPI
- Nama Batuan : Batu Konglomerat
- Struktur Primer : Masif
- Struktur Sekunder : Reverse Gradded Bedding
- Jenis Batuan : Batuan Sedimen Klastik
- Warna : Abu- Abu Gelap

Tekstur:
- Ukuran Butir : Granul
- Derajat pembundaran : Rounded
- Derajat Pemilahan butir : Very Godd Sorted
- Kemas : Terbuka

Gambar batuan konglomerat

Lokasi : LP 4 – Formasi Waturanda : Seberang Bendungan Kaligending
Koordinat : (70 34’ 48” LS dan 1090 40’ 38” BT)
Deskripsi :
 Terletak di tepi jalan raya , seberan bendungan kaligending kegunaan lahan adalah kebun campur, morfologinya berbentuk seperti tebing .
- Nama Batuan : Batu Pasir
- Struktur Primer : Berlapis
- Struktur Sekunder : Mengulit Bawang
- Jenis Batuan : Batuan Sedimen Klastik (Detritus Kasar)
- Warna : Coklat Kekuningan

Tekstur:
- Ukuran Butir : Pasir
- Derajat pembundaran : Sub - Rounded
- Derajat Pemilahan butir : baik
- Kemas : tertutup

Komposisi :
- Fragmen : -
- Matriks : Pasir Vulkanik
- Semen : Silika
- Nama Batuan : Batu Breksi

Struktur Primer : Berlapis
- Struktur Sekunder : Mengulit Bawang
- Jenis Batuan : Batuan Sedimen Klastik
- Warna : Abu- Abu kehitaman

Tekstur:
- Ukuran Butir : Breksi
- Derajat pembundaran : Angular
- Derajat Pemilahan butir : buruk
- Kemas : terbuka

Komposisi :
- Fragmen : Andesit
- Matriks : Breksi
- Semen : Silika

Gambar singkapan di depan sungai kaliranda

Lokasi : LP 5 – Formasi Penosogan : Kali Krembang : (Berada di bawah jembatan Sungai Krembang) (70 35’ 24” LS dan 1090 41’ 42” BT), Kali Kudu : 70 35’ 35,2” LS dan 1090 41’ 37,5” BT
Deskripsi :
- Nama Batuan : Batu Pasir berkarbonat / kalkarenit
- Struktur Primer : Laminasi
- Jenis Batuan : Batuan Sedimen Klastik
- Warna : Abu- Abu kecoklatan
Tekstur:
- Ukuran Butir : Pasir
- Derajat pembundaran : Angular
- Derajat Pemilahan butir : baik
- Kemas : tertutup

Day 5 , 28 November 2014

LP 1
Terletak di Desa Dakah, gunung parang dengan koordinat 07o 32’ 27,8” LS/109o 40’ 18,97” BT. Morofologinya berbentuk persawahan yang dibentuk secara terassering. Di lapangan ini ada yang menarik karena formasi batuan diabasl tapi tanah bisa subur, hal ini dikarenakan diabas berasosiasi dengan tuff .
Deskripsi Batuan:
Jenis batuan: Sedimen Klastik
Warna Batuan : Abu-abu kekuningan
Nama Batuan : Tuff



Sketsa sungai lok ulo
Proses Meandering Sungai:
Meander adalah badan sungai yang berbelok-belok secara teratur dengan arah belokan mencapai setengah lingkaran.
Koordinat : N 196o E dari Gunung Brujul
Proses meandering sungai dipengaruhi tiga faktor:
Kemiringan lereng
Struktur Geologi
Drainase

Gambar morfologi sungai lok ulo dan lapukan tuff
LP 2,
Lokasi ini terletak sama dengan LP 1 pada hari ke dua tanggal 25 November 2014. Untuk pengamatan kali ini observasi morofologi lapangan. Terletak di desa Parangan, merupakan singkapan kekar kolom dengan lapisan soil di atasnya, penggunaan lahan untuk tambang batu, kebun campur. Jenis Batuannya adalah Beku Intrusif,warna batuannya hitaa, nama batuan adalah Diabas




Gambar singkapan columnar joint di gunung parang
  
LP 3
Terletak di Terletak di desa Parangan
 Sungai Mandala letak Koordinat : 07o 32’ 32” LS/109o 40’ 06” BT. Merupakan singkapan lava basalt di muara sungai Mandala dengan struktur brittle . Penggunaan lahan untuk kebun campur . Jenis Batuan adalah Beku Ekstrusif berwarna hitam dan nama batuannya adalah lava basalt .



Gambar singkapan sungai mandala

LP4

Terletak di desa Parangan Sungai Jebuk berkoordinat 07040’ 22,9” LS/105o32’ 34” BT Merupakan singkapan lempung bersisik membentuk formasi lipatan . Penggunaan lahan untuk kebun campur . Jenis Batuannya adalah Sedimen Klastik warna batuan abu-abu kekuningan . Nama Batuan adalah Lempung Bersisik





Gambar Sungai Jebuk


Day 6 , 29 November 2014

Hari keenam ini kami mempresentasikan salah satu hasil pengamatan selama 4 hari . Kami dibuat kelompok presentasi yang berbeda dengan kelompok selama 4 hari dilapangan pembagian kelompok di umumkan ketika hari jumat tanggal 28 November 2014 dan akhirnya saya mendapat giliran untuk mempresentasikan hari ke 4 bersama Nizar dan Maulana. Presentasi dimulai sekitar pukul 09.00 sampai pukul 13.00 . Lalu kami pukul 13.00 – 15.00 berkemas kemas untuk pulang . Sekitar pukul 15.05 kami meninggalkan kampus LIPI dan menuju ke stasiun Kutowinangun. Pukul 17.00 kami tiba di stasiun kutowinangun dan menunggu kereta sampai pukul 17.45 akhirnya kami naik kereta menuju ke Surabaya dan tiba di Stasiun Gubeng sekitar pukul 01.00 dini hari.







Oleh : Faizal Alifiansyah R


Social Engineer



 Oleh: Nizar Dwi Riyantiyo

           Perkenalkan nama saya Nizar Dwi Riyantiyo bisa dipanggil Nizar saat ini saya sedang menimbah ilmu di Jurusan Teknik Geofisika ITS angkatan 2013. Ide tulisan ini saya dapatkan setelah mengikuti pelatihan “Social Development School Community” yaitu acara yang dilaksanakan oleh BEM FTSP ITS tentang interaksi secara langsung dengan masyarakyat. Dari pelatihan tersebut saya setuju bahwa seorang engineer memang harus dapat beriteraksi secara langsung dengan masyarakyat. Materi dari pelatihan ini harus saya terapkan tanpa harus menunggu saya kelak masuk di dunia kerja.
              Ketika sebuah perusahaan mendirikan sebuah pabrik ataupun melaksanakan proyek eksploitasi migas pastinya mereka memiliki strategi untuk mendapatkan hati warga sekitar areal tersebut. Setiap perusahaan pasti memiliki yang namanya bagian pengurus CSR (Coorporate Social Responsibility) dimana bagian tersebut termasuk bagian yang vital dalam pelaksanaan eksplorasi maupun eksploitasi, karena dengan itulah perusahaan dapat mengambil hati masyarakat sekitar. Tentunya sebelum mengetahui apa yang dapat mereka berikan kepada masyarakat, mereka mengadakan pendekatan mulai dari masyarakat sampai ke pemerintahan setempat. Semua peraturan yang di ikuti oleh perusahaan tertera di ISO 26000, jika tidak sesuai dengan itu akan diberi peringatan oleh pemerintah setempat. Dengan demikian, engineer selain ilmu pengetahuan seorang engineer harus memiliki dan menguasai ilmu berkomunikasi yang baik agar dapat menyatukan visi dengan masyarakyat sekitarnya.
                Kemudian satu lagi pembahasan tentang pembentukan sebuah kampung atau desa binaan, dapat dijadikan tindak lanjut dari CSR itu sendiri. Melalui kampung binaan ini perusahaan akan mendapatkan keuntungan untuk terus secara bersama masyarakat melakukan eksplorasi maupun eksploitasi demi mensejahterakan kehidupan mereka. Melalui pembinaan berkelanjutan, diharapkan kelak dapat tumbuh kampung yang sejahtera, mandiri, dan berkembang. Ini semua dapat kita lakukan dan memulainya saat di bangku kuliahpun, generasi masa depan bangsa.
 Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu fase persiapan, proses, dan fasilitas. Dimana dalam persiapan kita harus memahami kondisi lapangan seperti apa, pemerintahnya seperti apa, dan juga mempersiapkan master plan (rencana untuk jangka panjang). Dalam prosesnya, masyarakat harus diajak untuk ikut terjun dalam pembangunan, misalnya dalam struktur permodalan, masyarakat diajak untuk ikut memodali usaha binaan hingga 40%nya, modal selebihnya ditanggung oleh perusahaan. Dengan demikian, dengan kesadaran sendiri warga akan ikut serta memelihara hasil usaha binaan tersebut, karena mereka ikut mengucurkan sebagian dana pembangunan tersebut. Ada quote yang di berikan oleh pembicara kepada kami “Kalian bisa bermimpi membuat sesuatu yang tinggi seperti terbang, tapi jangan lupa tempat kalian kembali berpijak". 
Dalam pelatihan ini juga dilakukan proses simulasi dengan warga Menur gang 2 RT 01 RW 01, berikut dokumentasi sesaat setelah melakukan wawancara dengan warga.


Pertemuan Sang Juara (Minggu Ketiga)

oleh Diptya Mas Nugraha

Hari ini (11/12/2014) merupakan minggu ketiga pertemuan anggota grup “Sang Juara”, dengan dosen pembimbing Dr. Widya Utama DEA berlangsung dengan kondusif. Namun tidak seperti biasanya, jumlah anggota yang hadir hanya 11 dari 16 anggota.
Hasil Pertemuan Sang Juara
Pertemuan kali ini, menghasilkan beberapa point yang harus kami semua tekankan. Beberapa teman kami, yang telah mengikuti seminar dan carer talk SEG (Society Exploration Geophysic) dari Chevron, mengatakan bahwa kunci untuk diterima di oil company,Chevron, harus memiliki nilai IP(indeks Prestasi) 3,00. Sebanyak 150000 pelamar, yang diterima hanya 300 orang saja. Tidak hanya IP, pengalaman organisasi serta teamwork dalam bekerja juga patut diperhatikan.
Pak Widya, sempat menanyakan kepada kami, sudah pantaskah kami untuk mendapatkan nilai B? Berdasarkan jawaban kami, didapatkan sebagian besar bahwa kami belum pantas mendapatkan nilai B. Nilai B merupakan target yang harus kita capai karena kita mnegetahui bahwa IP minimal masuk oil company adalah 3,00. Dikutip dari ucapan pak Widya, bahwa selalu ada excuse untuk gagal dan yang kita perlukan adalah “bagaimana solusinya” Beliau juga menekankan bahwa kita harus selalu berpikir dan diikuti dengan action, namun dalam berpikir dan action kita harus menekankan bahwa hidup selalu ada tentang deadline, suatu batasan dan harus segera diselesaikan.
Sebagai pembimbing, beliau juga mengingatkan bahwa kita harus selalu menulis setiap acara yang kita ikuti, seperti acara sosial SEG School Visit, Kuliah Tamu SEG Energy Day dan acara kompetensi lainnya. Dengan menulis, kita dapat mengasah kosakata kita dan pola pikir kita untuk menyerap suatu informasi.

“PROYEK SANG JUARA”





Praktikum yang akan kami lakukan dalam mempersiapkan Proyek Sang Juara (PSJ) yaitu membuat model untuk diukur self potential nya. Modelnya merupakan bak pasir dari kayu, di tengahnya dikasih porospot yang sangat konduktif, dikasih H2SO4, lalu tutup dengan pasir, kita cari self potential nya. Project model dengan menggunakan bak pasir kayu ini dilakukan DALAM MINGGU INI SEBELUM UAS dan dilakukan di Surabaya. Setelah itu, kita dapatkan idenya untuk kita lakukan praktikum project yang sesungguhnya SETELAH UAS. Baru setelah selesai praktikum ini, kita liburan. Ketua Sang Juara, Thasya Abigail, secepatnya mengambil tindakan untuk segera menghubungi Mas Triswan, selaku pembimbing kami, agar segera menindaklanjuti praktikum ini. Konsultasi dengan Pak Widya juga harus dilakukan dan setelah itu, kita harus mengetahui, “Saya bisa apa lagi, setelah saya kuasai suatu tool?”.
Selain praktikum di atas, kami juga mendapatkan proyek dalam skala cukup luas, yaitu project Geolistrik, karena kami akan memetakan aquiver. Lalu kita pikirkan “saya bisa terapkan untuk apa”. Project ini dilakukan SETELAH PROJECT SELF POTENTIAL SELESAI.
Dalam melaksanaka proyek “Sang Juara”, berdasarkan hasil diskusi kami kemarin, terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam memenuhi dana untuk proyek tersebut, diantaranya :
1.      Kuliah Tamu. Pengisi: mahasiswa Sang Juara. Fee peserta kecil saja. Namun, apa daya tariknya sehingga mahasiswa lain mau datang ke kuliah tamu tersebut.
2.      Jualan di Pasar Jumat. Modal: tabungan kas Sang Juara. Hasil: untuk modal project Sang Juara.
3.      Paper yang dibuat oleh 16 orang. Apabila lolos seleksi, yang mempresentasikan bergantian dari 16 orang tersebut. Hasil: ditabung untuk modal project Sang Juara.
4.      Ikut kompetensi semacam Petrosmart dan lain-lain, yang hasilnya untuk ditabung.
5.      Pelatihan Petrologi (asistensi) à seminar prospektif usaha batu mulia à buat trip ke Karangsambung, kita jadi asistennya à ikut Mining Fair di Padang pada bulan Maret 2015.
6.      Mengadakan turnamen olahraga yang bertujuan memperoleh profit untuk ditabung dalam kas Sang Juara.
7.      Cari Sponsorship .
8.      Menabung, setiap dari anggota harus selalu MENABUNG.
Demikian laporan kami untuk pertemuan “Sang Juara” minggu ketiga. Semoga apa yang telah kami susun, bermanfaat bagi kita dan semua orang (dmn/1112).


Sehat selalu untuk kita semua





oleh: M. Fahmi Yahya F.

Teknik Geofisika Mengajar

Pada tanggal 6 Desember kemarin mahasiswa jurusan teknik geofisika mengadakan kegiatan edukasi kepada siswa – siswa sd. Kegiatan ini kemudian diberi nama teknik geofisika mengajar.  Kegiatan ini bersangkutan dengan mata kuliah teknik geofisika sendiri yaitu mata kuliah perambatan gelombang. Pada mata kuliah ini kami khusunya mahasiswa perambatan gelombang kelas B diberikan tugas oleh dosen kami yaitu bapak Widya Utama untuk memberikan pengetahuan wawasan dan mengembangkan cita – cita kepada adik – adik kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar terhadap dunia engineering atau dunia teknik. Dalam kegiatan ini kami bekerja sama dengan pihak SEG yang diketuai oleh mbak Nova selaku presiden SEG dan staf – staf lain seperti mbak nasa dan mbak inan untuk memberikan plakat dan buku kepada para siswa maupun pihak sekolah sendiri.
            Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WIB. Setiba di lokasi kami meminta izin kepada pihak sekolah untuk memasuki ruangan yang telah di pilihkan oleh pihak sekolah. Setelah mendapat izin kami pun masuk ke dalam ruang masing – masing. Kelompok kami masuk ke dalam ruang kelas 6B pada saat itu. Setelah masuk kami pertama – tama memperkenalkan diri kami masing – masing di depan adik – adik kelas 6B. Setelah kami semua berkenalan kami langsung memberikan materi pengenalan mengenai poster gambar yang telah kami buat sebelumnya. Poster gambar tersebut berisi tentang asal mula terbentuk minyak bumi yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Poster gambar kami buat semenarik mungkin supaya adik – adik ini juga tertarik terhadap apa yang akan kami jelaskan. Banyak pertanyaan setelah kami menjelaskan, tetapi banyak juga pertanyaan yang kami anggap lucu dan menggelikan. Tetapi itu semua kami maklumi karena mereka masih duduk di bangku sekolah dasar yang belum terlalu luas pengetahuannya.
            Setelah memberikan materi, kami mengajak mereka untuk bermain telepon zaman dahulu yang menggunakan tali dan dua buah kaleng. Tujuan permainan ini adalah menjelaskan kepada mereka bagaimana cara kerja gelombang dan mereka bisa mendengar suara mereka dengan adanya medium kaleng tersebut. Mereka sangat antusias dengan permainan tersebut. Kami pun juga dengan senang memberikan penjelasan tentang bagaimana gelombang itu berjalan. Setelah puas bermain, lalu kami memberikan pertanyaan kepada mereka dengan tentu saja ada hadiah jika mereka bisa menjawab pertanyaan itu. Hadiah yang kami berikan adalah buku panduan yang didalamnya juga ada cd untuk mereka belajar mengenai asal mulanya terbentuk minyak bumi. Hampir semua pertanyaan yang kami berikan dapat dijawab oleh adik – adik tersebut. Mereka juga sangat senang dan seringkali bercanda dengan kami tentang hal – hal yang dilakukan oleh mereka.
            Setelah semua materi dan permainan telah kami berikan kepada mereka, kemudian kami meminta mereka untuk menulis cita – cita mereka di selembar kertas. Yang mana cita - cita itu nantinya akan ditempel pada balon – balon yang telah kami siapkan. Setelah mereka selesai menulis cita – cita mereka selanjutnya kami menempelkan tulisan – tulisan itu di balon yang berwarna – warni. Mereka pun berebut balon itu menurut warna yang mereka masing – masing sukai. Kemudian setelah selesai kami meminta mereka untuk turun kebawah baris yang rapi untuk sama – sama dengan kelas yang lain menerbangkan balon itu bersama – sama. Saat tiba di bawah kami semua para mahasiswa mengatur barisan adik – adik sd suapaya baris yang rapi karena sebelum pelepasan balon ada sambutan – sambutan dari kepala sekolah sd keputih 245.
Setalah sambutan dari kepala sekolah berikutnya adalah sambutan dari seg yang di wakilkan oleh mbak nasa. Kemudian selesai acara sambutan berikutnya yaitu acara terakhir pelepasan balon ke udara oleh adik – adik sd. Sebelum melepaskan balon, maulana membantu memberikan aba – aba hitungan 1..2..3.. dan akhirnya balon pun di lepas ke udara. Dengan berakhirmya pelepasan balon itu maka berakhir pula seluruh rangkaian acara teknik geofisika mengajar tersebut. Sebelum meninggalkan tempat tak lupa kami membuat dokumentasi berfoto – foto dengan pak Widya yang menyempatkan datang ke tempat acara. Setelah itu tidak lupa kami berpamitan kepada pihak sekolah yang telah bersedia menerima kami. Akhirnya selesai seluruh rangkain teknik geofisika mengajar ini.